
PUISI BATERAI REDOKS
Disusun Oleh :
1.
Anissa Marleen Fitriyani
2.
Atikha
3.
Halimah Assa’diyah
4.
Lisda Nurmnala
5.
Neli Agustiani
6.
Rizky Amalia Latief
7.
Siti Hanifah
8.
Yulina
Kelas : XII IPA I
MAN 2
KOTA CIREBON
Jalan
Pelandakan No 1
NIKEL CADMIUM
Saat pertama kali ku berjumpa denganmu
Ku pandangi dan ku perhatikan parasmu
Seketika itu aku teringat akan sesuatu
Ku memikirkan dan semakin dalam ku memikirkan
apakah sesuatu itu
Aku pun teringat bahwa sesuatu itu adalah sel
kering
Aku biasa memanggilnya batu baterai
Ya.. engkau begitu mirip dengannya
Siapakah engkau wahai sang misterius ?
Pagi itu aku mencoba mendekatimu
Aku sangat ingin berkenalan denganmu
Kau mengatakan bahwa namamu adalah Sel Nikel
Cadmium
Sejak saat itu kau dan aku adalah teman
Setelah berteman denganmu
Aku menyadari bahwa kau memiliki sifat yang
berbeda dengan dirinya
Tidak seperti batu baterai kau tergolong sel
sekunder
Apabila dayamu telah habis kau dapat di
charge ulang
Susunanmu pun berbeda darinya
Anodamu adalah Cadmium dan Katodamu adalah
Nikel Oksida
Sedangkan elektrolitmu adalah Kalium
Hidroksida
Kau mampu menghasilkan potensial sel sebesar
1,4 volt
Namun aku terkejut saat aku mengetahui apa
kelemahanmu
Ternyata kau beracun !
Kau tidak ramah lingkungan
Kau pun memiliki sifat memory effect
Akupun harus berhati-hati saat aku berada di
dekatmu
Karena kau dapat meledak apabila kau terlalu
lama di charge ulang
Kau perlu perhatian khusus saat di charge
Ohh Nicad .. kau sungguh merepotkan saat di
charge
Alkalin
Kemarin aku melihatmu di dalam kamera digital
ayahku
Hari aku menemukanmu bersembunyi di dalam
tape reccorder kakakku
Kau pun selalu ada di balik mobil tamiya
adikku
Anehnya, kau mampu membuat mobil tamiya
adikku melaju dengan cepat
Lalu aku pun bertanya-tanya , sehebat apakah
dirimu ?
Sehingga kau mampu memfungsikan benda-benda
itu
Rasa penasaran itu muncul dalam benakku
Siapakah jati dirimu yang sebenarnya ?
Aku mencoba mencari tahu tentangmu
Semakin ku memikirkanmu semakin dalam rasa
penasaranku padamu
Yang ku tahu kau bagaikan jantung hati pada
benda-benda itu
Tanpamu mereka tak berfungsi, lemah tak
berdaya
Kini aku tahu, kau adalah sel alkalin
Ya .. itulah namamu
Kau berbeda dari baterai-baterai yang lain
Kau tergolong sel primer
Tetapi kau tak jauh berbeda dengan temanmu,
sel kering
Hanya saja kau lebih sempurna dibandingkan
dengan dirinya
Anodemu adalah seng, katodamu adalah grafit
Elektrolitmu Kalium Hidroksida
Kau memiliki arus dan muatan yang lebih besar
dari baterai kering
Kau mampu menghasilkan potensial sel sebesar
1,5 volt
Aku tak menyangka kau sehebat itu
Ya.. itulah jati dirimu wahai sel alkalin
Bentukmu kecil, tetapi kau memiliki kekuatan
yang luar biasa
PERAK OKSIDA
Sebelum kau hadir dalam hidupku
Aku tidak bisa membantu sahabatku yang sangat ku cinta
Semenjak kau ada di dalam diriku
Kau dan aku bersatu dan dapat membantu
dirinya
Kaulah sang sel perak oksida
Kau tercipta dari bongkahan perak yang
melapisi tubuhnu
Yang membuat tubuhmu begitu imut dan
berguna
Peraklah yang membuat dirimu tak mudah
terkorosi
Ingin aku mengetahui zat apa yang
membuatmu mampu membantuku
Ternyata elektroda elektrodamulah yang
membuatmu seperti itu
Tanpa seng yang menyusun anodamu
Kau tak berarti....
Tanpa perak oksida yang menyelimuti
katodamu
Kau tak bermakna....
Dan tanpa kalium hidroksida sebagai
elektrolitmu
Kau tak berdaya....
Ya... kaulah yang mampu membuatku
membantunya
Meskipun aku hanya sebuah alat bantu
dengar
Tapi aku takkan berguna tanpamu
Dan aku tak bermanfaat baginya
Dengan potensialmu yang hanya sebesar
1,5 volt
Kini aku dapat membantunya merasakan indahnya mendengar
Memahami setiap apa yang orang katakan
Terimakasih duhai sang sel perak oksida
Aku dan Dirimu
Aku dan dirimu adalah satu
Aku hanyalah sebuah benda
yang tak sempurna tanpamu
Dalam dirimu terdapat
suatu zat yang mampu membuatku lebih sempurna
Ya.. elektrodamulah yang
menyempurnakan kita
Timah hitam, oksida
timbal, dan asam sulfat
Mereka laksana organ-organ
yang menyusunmu
Membentuk individu seperti
dirimu
Membuatmu semakin berarti untukku
Aku tahu timah hitam dan
oksida timbal tidak larut dalam asam sulfat
Ya itu karena anoda dan
katodamu adalah zat padat
Untuk membuat kalian
bersatu
Maka diciptakanlah
jembatan garam diantara kalian
Ketika kau menghasilkan
arus listrik
Saat itulah anoda dan
katodamu berubah membentuk timbal sulfat
Kau mampu menerangi jalan
hidupku
Enam sel mu itu mampu
memberikan potensial sel sebesar 12 volt
Saat kau kehabisan daya
Kau hanya perlu melakukan
penyetruman ulang
Saat kau mengosongkan
dirimi sendiri
Hasil pengosonganmu akan
tetap melekat pada kedua elektrodamu
Dengan membalikkan arah
elektron pada kedua elektrodamu
Kau dapat kembali mengisi
dayamu kawan
Saat itu timah hitam yang
ada pada dirimu
Mengirimkan elektron pada
timbal oksidamu
Timbal sulfat yang singgah pada timah hitammu
Akan mengalami penurunan
biloks
Saat itulah kau tereduksi
sobat
Dan timbal sulfatmu yang
bermain pada timbal oksidamu
Akan mengalami kenaikan
biloks
Saat itulah kau
teroksidasi
Semua proses yang terjadi
saat kau mengisi dayamu adalah proses elektrolisis
Setelah kau mengalami
semua itu
Kau dapat mambantuku
melelui hari-hariku kembali
Menemaniku dalam setiap
perjalananku
Lihat Aku
Lihat, lihatlah aku
Aku ada dimana-mana
Di sudut, di tengah, di
samping
Aku selalu ada untuk
kalian
Lihat, lihatlah aku
Tubuhku kecil mudah
digenggam
Semua orang mengatakan aku
sel kering
Tapi sesungguhnya aku
tidak benar-banar kering
Aku mengandung air
Seng lah yang mengisi
anodaku
Grafitlah sang elektroda
inert dalam katodaku
Grafitku tenggelem di
tengah-tengah pasta
Campuran batu kawi,
salmiak, carbon dan air
Itulah komposisi pastaku
Pastalah yang merupakan
oksidator dalam tubuhku
Aku mampu menghasilkan
potensial sel sebesar 1,5 Volt
Namun, saat aku mulai
lemah dan tak berdaya
Semua orang membuangku
Aku akan menjadi limbah
yang tak berguna
Betapa malang nasibku,
habis manis sepah dibuang
kira kira pak yani masih inget enggk yah puisi ini.?
BalasHapus