Rabu, 23 Januari 2013

puisi redoks sel volta

-->
PUISI BATERAI REDOKS





Disusun Oleh       :
1.  Anissa Marleen Fitriyani
2.  Atikha
3.  Halimah Assa’diyah
4.  Lisda Nurmnala
5.  Neli Agustiani
6.  Rizky Amalia Latief
7.  Siti Hanifah
8.  Yulina
Kelas               : XII IPA I

MAN 2 KOTA CIREBON
Jalan Pelandakan No 1
NIKEL CADMIUM
Saat pertama kali ku berjumpa denganmu
Ku pandangi dan ku perhatikan parasmu
Seketika itu aku teringat akan sesuatu
Ku memikirkan dan semakin dalam ku memikirkan apakah sesuatu itu

Aku pun teringat bahwa sesuatu itu adalah sel kering
Aku biasa memanggilnya batu baterai
Ya.. engkau begitu mirip dengannya
Siapakah engkau wahai sang misterius ?

Pagi itu aku mencoba mendekatimu
Aku sangat ingin berkenalan denganmu
Kau mengatakan bahwa namamu adalah Sel Nikel Cadmium
Sejak saat itu kau dan aku adalah teman

Setelah berteman denganmu
Aku menyadari bahwa kau memiliki sifat yang berbeda dengan dirinya
Tidak seperti batu baterai kau tergolong sel sekunder
Apabila dayamu telah habis kau dapat di charge ulang

Susunanmu pun berbeda darinya
Anodamu adalah Cadmium dan Katodamu adalah Nikel Oksida
Sedangkan elektrolitmu adalah Kalium Hidroksida
Kau mampu menghasilkan potensial sel sebesar 1,4 volt

Namun aku terkejut saat aku mengetahui apa kelemahanmu
Ternyata kau beracun !
Kau tidak ramah lingkungan
Kau pun memiliki sifat memory effect

Akupun harus berhati-hati saat aku berada di dekatmu
Karena kau dapat meledak apabila kau terlalu lama di charge ulang
Kau perlu perhatian khusus saat di charge
Ohh Nicad .. kau sungguh merepotkan saat di charge




Alkalin
Kemarin aku melihatmu di dalam kamera digital ayahku
Hari aku menemukanmu bersembunyi di dalam tape reccorder kakakku
Kau pun selalu ada di balik mobil tamiya adikku
Anehnya, kau mampu membuat mobil tamiya adikku melaju dengan cepat

Lalu aku pun bertanya-tanya , sehebat apakah dirimu ?
Sehingga kau mampu memfungsikan benda-benda itu
Rasa penasaran itu muncul dalam benakku
Siapakah jati dirimu yang sebenarnya ?

Aku mencoba mencari tahu tentangmu
Semakin ku memikirkanmu semakin dalam rasa penasaranku padamu
Yang ku tahu kau bagaikan jantung hati pada benda-benda itu
Tanpamu mereka tak berfungsi, lemah tak berdaya

Kini aku tahu, kau adalah sel alkalin
Ya .. itulah namamu
Kau berbeda dari baterai-baterai yang lain
Kau tergolong sel primer

Tetapi kau tak jauh berbeda dengan temanmu, sel kering
Hanya saja kau lebih sempurna dibandingkan dengan dirinya
Anodemu adalah seng, katodamu adalah grafit
Elektrolitmu Kalium Hidroksida
Kau memiliki arus dan muatan yang lebih besar dari baterai kering

Kau mampu menghasilkan potensial sel sebesar 1,5 volt
Aku tak menyangka kau sehebat itu
Ya.. itulah jati dirimu wahai sel alkalin
Bentukmu kecil, tetapi kau memiliki kekuatan yang luar biasa



PERAK OKSIDA

Sebelum kau hadir dalam hidupku
Aku tidak bisa membantu sahabatku  yang sangat ku cinta
Semenjak kau ada di dalam diriku
Kau dan aku bersatu dan dapat membantu dirinya

Kaulah sang sel perak oksida
Kau tercipta dari bongkahan perak yang melapisi tubuhnu
Yang membuat tubuhmu begitu imut dan berguna
Peraklah yang membuat dirimu tak mudah terkorosi

Ingin aku mengetahui zat apa yang membuatmu mampu membantuku
Ternyata elektroda elektrodamulah yang membuatmu seperti itu
Tanpa seng yang menyusun anodamu
Kau tak berarti....

Tanpa perak oksida yang menyelimuti katodamu
Kau tak bermakna....
Dan tanpa kalium hidroksida sebagai elektrolitmu
Kau tak berdaya....

Ya... kaulah yang mampu membuatku membantunya
Meskipun aku hanya sebuah alat bantu dengar
Tapi aku takkan berguna tanpamu
Dan aku tak bermanfaat baginya

Dengan potensialmu yang hanya sebesar 1,5 volt
Kini aku dapat membantunya  merasakan indahnya mendengar
Memahami setiap apa yang orang katakan
Terimakasih duhai sang sel perak oksida




Aku dan Dirimu
Aku dan dirimu adalah satu
Aku hanyalah sebuah benda yang tak sempurna tanpamu
Dalam dirimu terdapat suatu zat yang mampu membuatku lebih sempurna
Ya.. elektrodamulah yang menyempurnakan kita

Timah hitam, oksida timbal, dan asam sulfat
Mereka laksana organ-organ yang menyusunmu
Membentuk individu seperti dirimu
Membuatmu semakin berarti untukku

Aku tahu timah hitam dan oksida timbal tidak larut dalam asam sulfat
Ya itu karena anoda dan katodamu adalah zat padat
Untuk membuat kalian bersatu
Maka diciptakanlah jembatan garam diantara kalian

Ketika kau menghasilkan arus listrik
Saat itulah anoda dan katodamu berubah membentuk timbal sulfat
Kau mampu menerangi jalan hidupku
Enam sel mu itu mampu memberikan potensial sel sebesar 12 volt

Saat kau kehabisan daya
Kau hanya perlu melakukan penyetruman ulang
Saat kau mengosongkan dirimi sendiri
Hasil pengosonganmu akan tetap melekat pada kedua elektrodamu

Dengan membalikkan arah elektron pada kedua elektrodamu
Kau dapat kembali mengisi dayamu kawan
Saat itu timah hitam yang ada pada dirimu
Mengirimkan elektron pada timbal oksidamu


Timbal  sulfat yang singgah pada timah hitammu
Akan mengalami penurunan biloks
Saat itulah kau tereduksi sobat

Dan timbal sulfatmu yang bermain pada timbal oksidamu
Akan mengalami kenaikan biloks
Saat itulah kau teroksidasi

Semua proses yang terjadi saat kau mengisi dayamu adalah proses elektrolisis
Setelah kau mengalami semua itu
Kau dapat mambantuku melelui hari-hariku kembali
Menemaniku dalam setiap perjalananku




Lihat Aku
Lihat, lihatlah aku
Aku ada dimana-mana
Di sudut, di tengah, di samping
Aku selalu ada untuk kalian

Lihat, lihatlah aku
Tubuhku kecil mudah digenggam
Semua orang mengatakan aku sel kering
Tapi sesungguhnya aku tidak benar-banar kering

Aku mengandung air
Seng lah yang mengisi anodaku
Grafitlah sang elektroda inert dalam katodaku
Grafitku tenggelem di tengah-tengah pasta

Campuran batu kawi, salmiak, carbon dan air
Itulah komposisi pastaku
Pastalah yang merupakan oksidator dalam tubuhku
Aku mampu menghasilkan potensial sel sebesar 1,5 Volt

Namun, saat aku mulai lemah dan tak berdaya
Semua orang membuangku
Aku akan menjadi limbah yang tak berguna
Betapa malang nasibku, habis manis sepah dibuang

1 komentar: